Jangan biarkan nilai properti Anda hancur, mari kita dukung transparansi dokumen di apartemen.

FPA-ID juga menyediakan buku-buku tentang permasalahan apartemen dan solusinya.

Ketahui hak-hak Anda sebagai pemilik apartemen, bergabunglah dengan kami di Forum Pemilik Apartemen.

Press ESC to close

Kerugian Finansial di Balik Kerusakan Lift

  • 5 minutes read

Akibat kegagalan fasilitas gedung, berdampak nyata bagi dompet dan disabilitas

Menyebabkan tagihan hotel, hingga bahan makanan yang terbuang

 

Melbourne-Kejadian ini menimpa Shane Hryhorec, seorang pria pengguna kursi roda di Melbourne, Australia. Ia terpaksa mengeluarkan biaya pribadi yang tidak sedikit, setelah lift di apartemennya rusak total secara mendadak, membuatnya tidak bisa mengakses tempat tinggalnya sendiri.

Pulang ke rumah setelah lelah bekerja adalah keinginan semua orang, namun bagi Shane Hryhorec, hal tersebut menjadi mimpi buruk yang mahal. Akibat lift gedung apartemennya yang mati, Shane yang merupakan penyandang disabilitas tidak memiliki akses alternatif untuk mencapai unit huniannya.

Kejadian ini memicu kerugian finansial yang signifikan bagi Shane:

  • Biaya Akomodasi Mendadak: Karena tidak ada kepastian kapan lift diperbaiki, Shane terpaksa merogoh kocek sebesar $230 AUD (sekitar Rp2,4 juta) untuk menginap semalam di hotel.
  • Pemborosan Bahan Makanan: Shane baru saja berbelanja mingguan senilai $60 AUD (sekitar Rp630 ribu). Karena tidak bisa masuk ke rumah, produk daging dan susu yang ia beli terpaksa dibuang karena basi setelah ditinggalkan di dalam mobil tanpa pendingin.

Mirisnya, meski ia merupakan bagian dari pemilik apartemen, Shane merasa kecewa karena tidak ada skema kompensasi yang jelas bagi penghuni yang merupakan pemilik, yang terdampak secara finansial akibat kegagalan infrastruktur gedung. Pihak perusahaan lift menyatakan bahwa kejadian tersebut merupakan kegagalan suku cadang saat pemeliharaan terencana, namun bagi penghuni pemilik seperti Shane, dampaknya jauh lebih dalam dari sekadar masalah teknis.

Kasus ini menjadi pengingat keras bagi manajemen gedung, pengurus P3SRS dan pengembang, bahwa perawatan fasilitas bukan hanya soal kenyamanan, melainkan hak asasi manusia atas akses tempat tinggal. Kegagalan fungsi fasilitas umum seperti lift, terbukti dapat memberikan beban ekonomi tambahan yang berat bagi penghuni, terutama mereka yang memiliki keterbatasan mobilitas.

Hingga saat ini, belum ada skema kompensasi yang diberikan oleh pihak pengelola maupun perusahaan lift, meninggalkan beban biaya tersebut sepenuhnya pada pundak penghuni pemilik.

Shane Hryhorec was forced to pay for overnight accommodation after he was unable to access his home. Source Supplied & GoogleMaps



 

 


Analisis: Tanggung Jawab Pengurus,Pengelola Gedung & Solusi Infrastruktur

Masalah yang dialami Shane di Melbourne ini merupakan manifestasi nyata, dari apa yang dibahas dalam buku "Misteri lift apartemen dan solusinya". Kejadian ini membuktikan bahwa kerusakan lift bukan sekadar masalah teknis "kabel putus" atau "suku cadang aus", melainkan masalah manajemen risiko yang berdampak pada finansial dan hak asasi penghuni.

Berikut adalah poin analisis mengenai tanggung jawab pengelola:

  1. Kegagalan Mitigasi Risiko (Contingency Plan): Sebagaimana ditekankan dalam buku tersebut, pengelola gedung wajib memiliki protokol darurat khusus untuk penghuni dengan kebutuhan khusus. Dalam kasus Shane, ketiadaan solusi alternatif (seperti penyediaan akomodasi sementara atau bantuan evakuasi) menunjukkan pengelola hanya fokus pada perbaikan alat, bukan pelayanan manusia.
  2. Transparansi dan Komunikasi Real-Time: Salah satu solusi yang ditawarkan dalam buku ini adalah : sistem informasi yang terintegrasi. Ketidaktahuan Shane tentang kerusakan lift hingga ia tiba di depan gedung , menunjukkan betapa lemahnya sistem notifikasi pengelola, yang sebenarnya bisa mencegah kerugian lebih lanjut jika diinformasikan lebih awal.
  3. Aspek Ganti Rugi Finansial: Pengurus P3SRS seringkali berlindung di balik Pengelola Gedung (Building Management) dan juga terhadap klausul "kerusakan tak terduga". Namun, jika merujuk pada solusi dalam buku ini, pemeliharaan preventif yang ketat adalah tanggung jawab mutlak dari semua pihak, yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan dana IPL. Jika kegagalan fungsi terjadi akibat kelalaian jadwal atau suku cadang, maka pengurus dan pengelola harus siap secara hukum dan finansial, untuk memberikan kompensasi atas kerugian yang diderita penghuni.

Kesimpulan: Kasus ini menjadi pengingat penting bagi para praktisi P3SRS, Building Management dan pengelola properti di Indonesia. Bahwa mengelola lift bukan hanya soal menjaga mesin tetap bergerak, tapi memastikan keberlangsungan hidup dan perlindungan ekonomi bagi setiap orang yang tinggal di dalamnya.

Sumber Berita: 

https://au.news.yahoo.com/aussies-230-hotel-bill-after-being-stranded-outside-home-highlights-sad-problem-073137113.html

 

divider

 

 

 

 

 

 


 

Related Posts

Lift Apartemen dan Nilai Properti
Transparansi Pemeliharaan Lift Apartemen
Lift

Lift Apartemen

  • 5 minutes read
Lift Apartemen
Insiden Lift Kritis di Apartemen India
@ForumPemilikApartemen on Instagram
Kemitraan
Pendidikan
Apartemen yang Terabaikan
Transparansi Dokumen
Tagihan dan Biaya
Permasalahan Lift
Pengalaman Anda di situs ini akan ditingkatkan dengan mengizinkan cookie.